Sebelum Cahaya Padam

Sebelum Cahaya Padam

Kumpulan sajak tentang hidup, waktu, kenangan, kehilangan, dan kematian. Melalui kata-kata sederhana dan perenungan yang tenang, setiap sajak mengajak pembaca menyelami makna hadir, bertahan, melepaskan, dan pulang pada keabadian.


1. Di Ujung Senja

senja duduk di bangku tua
menunggu siapa pun yang pulang

angin membawa kabar
tentang daun yang telah selesai
menjadi hijau

aku melihat langit perlahan redup
dan mengerti

bahwa hidup adalah perjalanan cahaya
yang suatu saat
kembali menjadi malam


2. Percakapan dengan Hujan

hujan mengetuk jendela
seperti tamu yang tak pernah lupa alamat

ia bercerita tentang sungai
yang terus berjalan
meski tak tahu laut seperti apa

aku mendengarnya diam-diam

barangkali hidup memang begitu:
mengalir

dan mati hanyalah
sampainya air
pada tujuan terakhir


3. Pohon Tua

pohon tua di halaman itu
masih menyimpan suara burung
yang telah lama pergi

ranting-rantingnya menulis waktu
di atas udara

dan setiap daun yang gugur
mengajarkan sesuatu:

tak ada yang benar-benar hilang,
hanya berubah tempat
dalam ingatan semesta


4. Jam Dinding

jam dinding terus bekerja
bahkan ketika rumah tertidur

jarumnya mengumpulkan detik
seperti petani memanen musim

hingga suatu hari
ia berhenti tanpa suara

dan kami sadar
waktu tak pernah benar-benar milik siapa pun


5. Kursi Kosong

ada sebuah kursi kosong
di ruang keluarga

tak ada yang mendudukinya lagi
namun setiap pagi
cahaya matahari masih singgah di sana

seolah mengenang seseorang

hidup mungkin selesai
tetapi kasih sayang
sering memilih tinggal lebih lama


6. Jalan Pulang

aku berjalan di jalan kecil
yang dulu sering kulewati

rumput tumbuh lebih tinggi
dan beberapa rumah berubah warna

hanya langit yang tetap sabar

ia melihat orang datang dan pergi
seperti ombak di pantai

dan tak pernah bertanya
siapa yang akan kembali


7. Lampu Teras

lampu teras menyala semalaman

menjaga sepi
agar tidak terlalu gelap

aku duduk memandangnya
hingga larut

dan berpikir:
mungkin hidup adalah nyala kecil itu

sedangkan mati
hanyalah pagi
yang membuatnya tak lagi diperlukan


8. Sungai Malam

sungai mengalir di bawah bulan

airnya membawa bayangan
yang sebentar ada
sebentar hilang

tak satu pun mengeluh

sebab mereka tahu
segala yang bergerak
sedang menuju sesuatu
yang lebih luas dari dirinya


9. Surat yang Tak Dikirim

aku menulis surat
untuk seseorang yang telah pergi

kata-kata berbaris rapi
namun tak menemukan alamat

lalu kusimpan surat itu
di antara halaman buku

barangkali kenangan memang begitu:
tidak sampai ke tujuan,
tetapi tetap menemani perjalanan


10. Sebelum Fajar

sebelum fajar datang
malam tampak paling sunyi

bintang-bintang menjaga jarak
namun tetap saling menyapa
dengan cahaya

aku belajar dari mereka

bahwa hidup bukan soal
berapa lama bertahan

melainkan seberapa tulus
kita menerangi kegelapan
sebelum waktunya padam

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال