10 Penyedia Cloud Backup Terbaik untuk Mengamankan Data Perusahaan

10 Penyedia Cloud Backup Terbaik untuk Mengamankan Data Perusahaan

Data perusahaan merupakan aset penting yang harus dilindungi dari kerusakan perangkat, kesalahan manusia, serangan ransomware, hingga gangguan operasional. Kehilangan database pelanggan, dokumen keuangan, file proyek, atau data transaksi dapat menghambat bisnis dan menimbulkan kerugian besar.

Salah satu cara mengurangi risiko tersebut adalah menggunakan cloud backup, yaitu layanan pencadangan data ke infrastruktur penyimpanan berbasis cloud. Dengan sistem ini, perusahaan dapat menyimpan salinan data di lokasi terpisah dan memulihkannya ketika data utama hilang atau rusak.

Namun, tidak semua layanan cloud backup memiliki fungsi yang sama. Ada penyedia yang berfokus pada pencadangan komputer dan file, ada yang dirancang untuk server dan virtual machine, sementara lainnya melindungi Microsoft 365, database, dan lingkungan multi-cloud.

10 Penyedia Cloud Backup Terbaik untuk Mengamankan Data Perusahaan
10 Penyedia Cloud Backup Terbaik untuk Mengamankan Data Perusahaan

Berikut 10 penyedia cloud backup yang layak dipertimbangkan perusahaan, beserta karakteristik, keunggulan, keterbatasan, dan panduan memilihnya.

1. Mengapa Perusahaan Membutuhkan Cloud Backup?

Banyak perusahaan masih menyimpan data penting pada satu komputer, server lokal, atau perangkat penyimpanan eksternal. Cara tersebut memiliki risiko jika perangkat rusak, hilang, terkena malware, atau mengalami bencana fisik.

Cloud backup membantu perusahaan menyediakan salinan data di lokasi terpisah dari sistem utama.

Beberapa manfaat utamanya adalah:

Melindungi data dari kerusakan perangkat

Hard disk, SSD, server, dan perangkat penyimpanan lainnya memiliki masa pakai. Kerusakan perangkat dapat menyebabkan data tidak bisa diakses.

Dengan backup yang tersimpan di cloud, perusahaan memiliki salinan tambahan untuk proses pemulihan.

Mengantisipasi serangan ransomware

Ransomware dapat mengenkripsi file perusahaan sehingga tidak bisa digunakan. Backup yang memiliki perlindungan immutability dan pengamanan akses dapat membantu mencegah penyerang menghapus atau mengubah salinan cadangan.

Mempercepat pemulihan operasional

Ketika sistem utama mengalami gangguan, perusahaan dapat memulihkan file, database, atau server dari titik pemulihan yang tersedia.

Kecepatan pemulihan bergantung pada ukuran data, koneksi jaringan, teknologi backup, dan prosedur restore.

Mendukung kepatuhan dan retensi data

Beberapa industri memiliki kewajiban menyimpan dokumen dan catatan dalam jangka waktu tertentu. Cloud backup dapat membantu mengelola kebijakan retensi, tetapi perusahaan tetap harus memastikan layanan yang digunakan sesuai dengan regulasi dan kebijakan internal.

Mengurangi ketergantungan pada perangkat lokal

Penyimpanan cadangan di lokasi berbeda membantu perusahaan mengurangi risiko kehilangan seluruh data ketika kantor atau pusat data mengalami gangguan fisik.

2. 10 Penyedia Cloud Backup Terbaik untuk Perusahaan

Daftar berikut bukan peringkat mutlak. Setiap layanan memiliki karakteristik dan sasaran pengguna yang berbeda. Pemilihan terbaik bergantung pada jenis data, infrastruktur, anggaran, kebutuhan pemulihan, dan kemampuan tim IT.

1. Amazon Web Services (AWS) Backup

<a href="https://aws.amazon.com/backup/" target="_blank" rel="noopener">Website resmi AWS Backup</a>

AWS Backup merupakan layanan pencadangan terpusat dari Amazon Web Services. Layanan ini membantu perusahaan mengelola perlindungan data pada berbagai layanan AWS melalui kebijakan backup yang dapat diatur secara terpusat.

AWS Backup cocok untuk perusahaan yang sudah menggunakan ekosistem AWS dan ingin mengelola pencadangan berbagai sumber daya dari satu layanan.

Fitur utama:

  • Pengelolaan backup secara terpusat.

  • Penjadwalan dan kebijakan retensi.

  • Dukungan berbagai layanan AWS.

  • Pengelolaan recovery point.

  • Pilihan penyimpanan backup berdasarkan kebutuhan.

  • Dukungan perlindungan lintas akun dan wilayah sesuai konfigurasi layanan.

Kelebihan:

AWS Backup terintegrasi dengan ekosistem AWS sehingga perusahaan dapat mengelola pencadangan tanpa harus membangun seluruh sistem backup dari awal. Kebijakan backup juga dapat diterapkan secara konsisten pada sumber daya yang didukung.

Kekurangan:

Konfigurasi dan perhitungan biayanya membutuhkan pemahaman layanan AWS. Biaya dapat mencakup penyimpanan backup, transfer antarwilayah, pemulihan data, serta fitur tambahan.

Cocok untuk: perusahaan yang menggunakan Amazon EC2, Amazon EBS, Amazon EFS, Amazon RDS, dan layanan AWS lain yang didukung.

2. Microsoft Azure Backup

<a href="https://azure.microsoft.com/products/backup" target="_blank" rel="noopener">Website resmi Azure Backup</a>

Microsoft Azure Backup merupakan layanan perlindungan data untuk lingkungan cloud dan infrastruktur lokal. Layanan ini dapat digunakan untuk mencadangkan Azure Virtual Machines, server lokal, database tertentu, dan Azure Files.

Azure Backup menarik bagi perusahaan yang menggunakan Windows Server, Microsoft Azure, dan infrastruktur Microsoft lainnya.

Fitur utama:

  • Backup Azure Virtual Machines.

  • Perlindungan server lokal.

  • Pencadangan database dan file share yang didukung.

  • Pengaturan jadwal dan retensi.

  • Recovery Services Vault dan Backup Vault.

  • Pilihan redundansi penyimpanan.

Kelebihan:

Perusahaan dapat mengelola backup melalui ekosistem Azure dengan kebijakan terpusat. Pilihan redundansi juga membantu menyesuaikan tingkat perlindungan dengan kebutuhan bisnis.

Kekurangan:

Biaya dipengaruhi oleh ukuran data yang dilindungi, jumlah instans, retensi, jenis penyimpanan, dan konfigurasi redundansi. Pengaturan lanjutan memerlukan pemahaman layanan Azure.

Cocok untuk: perusahaan pengguna Microsoft Azure, Windows Server, dan lingkungan hybrid cloud.

3. Google Cloud Backup and DR

<a href="https://cloud.google.com/backup-disaster-recovery" target="_blank" rel="noopener">Website resmi Google Cloud Backup and DR</a>

Google Cloud Backup and DR merupakan layanan untuk membantu perusahaan mencadangkan dan memulihkan data pada infrastruktur yang didukung Google Cloud.

Layanan ini dapat menjadi pilihan bagi perusahaan yang menjalankan aplikasi, database, dan mesin virtual pada Google Cloud.

Fitur utama:

  • Perlindungan workload cloud yang didukung.

  • Pengelolaan kebijakan backup.

  • Penyimpanan recovery point.

  • Pemulihan data dan sistem.

  • Pengelolaan backup untuk kebutuhan jangka pendek dan panjang.

  • Integrasi dengan layanan Google Cloud.

Kelebihan:

Integrasi dengan Google Cloud memudahkan pengelolaan backup pada lingkungan yang sudah menggunakan platform tersebut. Perusahaan juga dapat menyesuaikan kebijakan pencadangan dengan karakteristik aplikasi.

Kekurangan:

Perhitungan biaya dapat melibatkan penyimpanan backup, pengelolaan workload, transfer data antarwilayah, serta biaya layanan terkait. Perusahaan perlu memahami struktur tagihannya sebelum menerapkan backup dalam skala besar.

Cocok untuk: perusahaan yang menggunakan Google Cloud, Compute Engine, dan layanan database yang didukung.

4. Veeam Data Cloud

<a href="https://www.veeam.com/products/veeam-data-cloud.html" target="_blank" rel="noopener">Website resmi Veeam Data Cloud</a>

Veeam dikenal sebagai penyedia solusi backup dan pemulihan data untuk lingkungan bisnis. Produk Veeam Data Cloud menawarkan layanan berbasis SaaS untuk perlindungan data pada sejumlah platform dan aplikasi bisnis.

Layanan ini menarik bagi perusahaan yang ingin mengelola backup tanpa harus membangun seluruh infrastruktur pencadangan sendiri.

Fitur utama:

  • Perlindungan Microsoft 365.

  • Backup Microsoft Entra ID.

  • Perlindungan Microsoft Azure.

  • Dukungan Salesforce pada layanan yang tersedia.

  • Pengelolaan backup melalui antarmuka terpusat.

  • Fitur keamanan dan pemulihan data.

Kelebihan:

Veeam memiliki pilihan solusi untuk berbagai kebutuhan backup, termasuk model SaaS dan software yang dikelola sendiri. Perusahaan dapat memilih pendekatan sesuai arsitektur infrastrukturnya.

Kekurangan:

Cakupan fitur dan workload berbeda menurut produk serta paket yang dipilih. Perusahaan perlu memastikan aplikasi yang digunakan benar-benar tercakup dalam lisensi.

Cocok untuk: perusahaan yang membutuhkan perlindungan data Microsoft 365, Azure, dan lingkungan hybrid sesuai produk Veeam yang digunakan.

5. Acronis Cyber Protect Cloud

<a href="https://www.acronis.com/en/products/cloud/cyber-protect/" target="_blank" rel="noopener">Website resmi Acronis</a>

Acronis Cyber Protect Cloud menggabungkan kemampuan backup, pemulihan, dan perlindungan keamanan siber dalam satu platform.

Layanan ini dapat digunakan untuk melindungi berbagai jenis perangkat dan lingkungan, termasuk server fisik, virtual machine, komputer, serta sejumlah aplikasi cloud.

Fitur utama:

  • Backup dan recovery.

  • Perlindungan endpoint.

  • Dukungan Windows dan Linux.

  • Dukungan lingkungan virtualisasi tertentu.

  • Perlindungan Microsoft 365 dan Google Workspace melalui solusi terkait.

  • Enkripsi dan pengelolaan backup.

  • Integrasi dengan penyimpanan cloud yang didukung.

Kelebihan:

Acronis menarik bagi perusahaan yang ingin menggabungkan pengelolaan backup dan beberapa fungsi keamanan dalam satu platform. Pilihan penyimpanan juga fleksibel, termasuk layanan penyimpanan yang kompatibel dengan S3.

Kekurangan:

Fitur yang tersedia dapat bergantung pada paket, lisensi, dan penyedia layanan. Perusahaan perlu membandingkan biaya berdasarkan jumlah perangkat, kapasitas, serta modul tambahan.

Cocok untuk: perusahaan dengan banyak endpoint, server, dan kebutuhan perlindungan terpusat.

6. Backblaze B2 Cloud Storage

<a href="https://www.backblaze.com/cloud-storage" target="_blank" rel="noopener">Website resmi Backblaze B2</a>

Backblaze B2 merupakan layanan object storage berbasis cloud yang dapat digunakan sebagai tujuan penyimpanan backup.

Berbeda dengan platform backup lengkap, Backblaze B2 lebih tepat dipahami sebagai tempat menyimpan salinan data. Perusahaan dapat menghubungkannya dengan software backup yang kompatibel.

Fitur utama:

  • Object storage berbasis cloud.

  • Kompatibilitas dengan aplikasi yang mendukung S3.

  • Object Lock untuk perlindungan immutability.

  • Enkripsi sisi server.

  • Pengaturan akses melalui API.

  • Replikasi cloud sesuai konfigurasi.

Kelebihan:

Backblaze B2 dapat menjadi alternatif penyimpanan backup dengan model harga berbasis kapasitas. Integrasi dengan berbagai aplikasi backup membuatnya fleksibel untuk infrastruktur perusahaan.

Halaman resmi Backblaze menampilkan tarif B2 Cloud Storage berbasis pemakaian sebesar US$6 per TB per bulan. Ketentuan transfer data gratis dan biaya tambahan tetap perlu diperiksa berdasarkan kebijakan yang berlaku.

Kekurangan:

Backblaze B2 bukan pengganti software backup untuk semua kebutuhan. Perusahaan mungkin masih memerlukan aplikasi lain untuk penjadwalan, pengelolaan versi, pencadangan server, dan proses pemulihan.

Cocok untuk: perusahaan yang membutuhkan penyimpanan backup cloud dengan kapasitas fleksibel dan integrasi aplikasi pihak ketiga.

7. Wasabi Hot Cloud Storage

<a href="https://wasabi.com/" target="_blank" rel="noopener">Website resmi Wasabi</a>

Wasabi menyediakan layanan object storage yang dapat digunakan untuk menyimpan file, arsip, dan salinan backup perusahaan.

Wasabi sering dipertimbangkan sebagai tujuan penyimpanan tambahan bagi software backup yang mendukung protokol S3 atau integrasi Wasabi.

Fitur utama:

  • S3-compatible object storage.

  • Object Lock dan immutability.

  • Enkripsi sisi server.

  • Pengaturan identitas dan akses.

  • Integrasi dengan berbagai aplikasi backup.

  • Penyimpanan untuk kebutuhan arsip dan pemulihan.

Kelebihan:

Wasabi menawarkan model penyimpanan yang dirancang agar biaya lebih mudah diperkirakan. Penyedia juga menyatakan tidak mengenakan biaya egress dan API request pada skema layanan yang ditawarkan, tetapi pelanggan tetap perlu membaca ketentuan minimum penyimpanan dan penggunaan.

Kekurangan:

Wasabi terutama berfungsi sebagai penyimpanan object storage, bukan sistem backup lengkap. Perusahaan harus memastikan software pencadangan yang digunakan kompatibel dan mampu mengelola proses restore.

Cocok untuk: perusahaan yang membutuhkan penyimpanan backup berkapasitas besar, arsip, dan integrasi dengan software backup pihak ketiga.

8. IDrive e2

<a href="https://www.idrive.com/e2/" target="_blank" rel="noopener">Website resmi IDrive e2</a>

IDrive e2 merupakan layanan object storage yang kompatibel dengan S3 dan dapat digunakan sebagai tujuan penyimpanan data aplikasi maupun backup.

Layanan ini dapat dipertimbangkan oleh bisnis yang ingin menyimpan salinan data secara terpisah dari server utama.

Fitur utama:

  • S3-compatible object storage.

  • Pilihan kapasitas penyimpanan.

  • Pengelolaan bucket.

  • Integrasi dengan aplikasi yang mendukung S3.

  • Penyimpanan data untuk backup dan arsip.

  • Pilihan paket berdasarkan kapasitas.

Kelebihan:

IDrive e2 menyediakan pilihan kapasitas penyimpanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kompatibilitas S3 juga memudahkan integrasi dengan sejumlah perangkat lunak dan sistem pencadangan.

Kekurangan:

Perusahaan perlu membedakan layanan IDrive e2 dari produk backup endpoint IDrive lainnya. IDrive e2 merupakan layanan object storage sehingga tetap membutuhkan aplikasi atau mekanisme pencadangan yang sesuai.

Cocok untuk: UMKM hingga perusahaan yang membutuhkan object storage untuk backup, arsip, dan integrasi aplikasi.

9. Cohesity Data Cloud

<a href="https://www.cohesity.com/" target="_blank" rel="noopener">Website resmi Cohesity</a>

Cohesity menyediakan platform pengelolaan dan perlindungan data untuk lingkungan perusahaan. Solusinya dirancang untuk melindungi data pada infrastruktur lokal, cloud, dan aplikasi SaaS.

Cohesity dapat dipertimbangkan perusahaan yang mempunyai infrastruktur kompleks dan membutuhkan pengelolaan backup secara terpusat.

Fitur utama:

  • Backup dan recovery untuk lingkungan hybrid.

  • Perlindungan data cloud dan SaaS.

  • Pengelolaan data terpusat.

  • Otomatisasi kebijakan perlindungan.

  • Penyimpanan dan retensi jangka panjang.

  • Cyber vault untuk kebutuhan pemulihan.

Kelebihan:

Cohesity mendukung pendekatan perlindungan data lintas lingkungan. Hal ini membantu perusahaan yang menggunakan beberapa platform cloud sekaligus mengurangi kompleksitas pengelolaan backup.

Kekurangan:

Solusi enterprise seperti Cohesity membutuhkan evaluasi arsitektur, kapasitas, lisensi, dan implementasi. Harga biasanya perlu disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Cocok untuk: perusahaan menengah hingga besar dengan infrastruktur hybrid dan multi-cloud.

10. Rubrik Security Cloud

<a href="https://www.rubrik.com/products/data-protection" target="_blank" rel="noopener">Website resmi Rubrik</a>

Rubrik Security Cloud merupakan platform perlindungan data yang berfokus pada ketahanan siber, keamanan backup, dan pemulihan sistem perusahaan.

Rubrik dapat menjadi pilihan untuk organisasi yang memerlukan perlindungan data pada lingkungan lokal, cloud, dan SaaS.

Fitur utama:

  • Perlindungan data lintas lingkungan.

  • Backup dan pemulihan data.

  • Immutable backup.

  • Pengaturan akses berbasis peran.

  • Kebijakan perlindungan terpusat.

  • Dukungan pemulihan untuk berbagai workload.

  • Fitur keamanan dan cyber recovery.

Kelebihan:

Rubrik menekankan perlindungan backup melalui pendekatan Zero Trust, immutability, dan kontrol akses. Pendekatan ini relevan bagi perusahaan yang ingin mengurangi risiko manipulasi atau penghapusan salinan cadangan oleh pihak tidak berwenang.

Kekurangan:

Solusi ini lebih ditujukan untuk kebutuhan organisasi dengan tuntutan perlindungan data yang serius. Biaya, lisensi, dan implementasi perlu dikonsultasikan berdasarkan skala infrastruktur.

Cocok untuk: perusahaan besar, organisasi dengan kebutuhan keamanan tinggi, dan lingkungan multi-cloud.

3. Tabel Perbandingan 10 Penyedia Cloud Backup

Tabel berikut merangkum fokus utama masing-masing layanan. Perlu diingat bahwa beberapa penyedia merupakan platform backup lengkap, sedangkan lainnya terutama menyediakan penyimpanan cloud sebagai tujuan backup.

PenyediaFokus layananCocok untuk
AWS BackupBackup layanan AWSPengguna AWS
Microsoft Azure BackupBackup cloud dan server lokalPengguna Microsoft
Google Cloud Backup and DRBackup workload Google CloudPengguna Google Cloud
Veeam Data CloudBackup dan recovery SaaS/cloudBisnis dan enterprise
Acronis Cyber Protect CloudBackup dan cyber protectionPerusahaan dengan banyak endpoint
Backblaze B2Object storage untuk backupUMKM hingga enterprise
WasabiObject storage untuk backupBackup dan arsip
IDrive e2S3-compatible object storageBisnis dan pengembang
Cohesity Data CloudPerlindungan data hybridPerusahaan menengah dan besar
Rubrik Security CloudCyber resilience dan recoveryEnterprise

4. Bagaimana Memilih Cloud Backup yang Tepat?

Memilih layanan cloud backup tidak cukup hanya membandingkan kapasitas dan harga. Perusahaan perlu memastikan layanan tersebut mampu melindungi data yang benar-benar penting.

Berikut beberapa hal yang harus diperiksa.

1. Identifikasi jenis data yang harus dicadangkan

Buat daftar seluruh aset digital perusahaan, seperti:

  • Database pelanggan.

  • Data transaksi.

  • Dokumen keuangan.

  • File administrasi.

  • Website dan aplikasi.

  • Email perusahaan.

  • Dokumen proyek.

  • File komputer karyawan.

  • Virtual machine dan server.

Tidak semua layanan mendukung seluruh jenis data tersebut. Pastikan penyedia memiliki dukungan untuk workload yang digunakan.

2. Periksa kapasitas penyimpanan

Hitung total data yang akan dicadangkan dan pertumbuhan data setiap bulan.

Misalnya, perusahaan memiliki data aktif 2 TB. Setelah memperhitungkan versi backup, perubahan data, retensi, dan pertumbuhan tahunan, kapasitas penyimpanan yang dibutuhkan bisa lebih besar dari 2 TB.

Jangan hanya menghitung ukuran file saat ini.

3. Pastikan tersedia enkripsi

Pilih layanan yang menyediakan enkripsi saat data dikirim dan saat data disimpan.

Periksa juga siapa yang mengelola kunci enkripsi, bagaimana proses rotasinya, dan apakah perusahaan dapat menggunakan kunci sendiri jika diperlukan.

4. Periksa fitur immutable backup

Immutable backup adalah salinan cadangan yang tidak dapat diubah atau dihapus selama periode perlindungan tertentu.

Fitur ini penting untuk mengurangi risiko ransomware atau penyalahgunaan akun administrator.

Namun, perusahaan tetap harus memeriksa konfigurasi, hak akses, masa retensi, dan mekanisme penguncian agar perlindungannya benar-benar efektif.

5. Perhatikan lokasi pusat data

Lokasi penyimpanan dapat memengaruhi latensi, biaya transfer, dan kewajiban pengelolaan data.

Perusahaan yang menangani data sensitif perlu memeriksa lokasi penyimpanan, kebijakan pemrosesan data, kontrak layanan, serta persyaratan hukum yang berlaku di Indonesia.

6. Evaluasi proses restore

Backup yang berhasil dibuat belum tentu berguna jika tidak dapat dipulihkan ketika dibutuhkan.

Uji apakah penyedia mendukung:

  • Pemulihan file individual.

  • Pemulihan folder.

  • Pemulihan database.

  • Pemulihan virtual machine.

  • Pemulihan ke server baru.

  • Pemulihan pada lokasi berbeda.

Pilih layanan yang sesuai dengan target waktu pemulihan perusahaan.

7. Hitung seluruh biaya

Periksa bukan hanya biaya penyimpanan, tetapi juga:

  • Biaya software backup.

  • Biaya lisensi per perangkat atau workload.

  • Biaya transfer data.

  • Biaya pemulihan.

  • Biaya API request.

  • Biaya penyimpanan tambahan.

  • Biaya dukungan teknis.

  • Biaya pengelolaan dan implementasi.

Harga yang terlihat murah pada awalnya belum tentu menjadi pilihan paling ekonomis setelah seluruh komponen dihitung.

5. Berapa Biaya Cloud Backup untuk Perusahaan?

Biaya cloud backup berbeda-beda berdasarkan kapasitas, jenis layanan, jumlah perangkat, frekuensi pencadangan, dan lama penyimpanan.

Untuk membantu perencanaan, berikut simulasi anggaran sederhana. Angka ini merupakan asumsi perencanaan, bukan penawaran harga resmi dari penyedia layanan.

Skala perusahaanData awalEstimasi anggaran bulanan
UMKM100–500 GBRp100.000–Rp500.000
Bisnis berkembang500 GB–2 TBRp500.000–Rp2.000.000
Perusahaan menengah2–10 TBRp2.000.000–Rp8.000.000
Perusahaan besarLebih dari 10 TBMulai Rp8.000.000

Anggaran aktual bisa lebih tinggi, terutama jika perusahaan membutuhkan lisensi backup enterprise, retensi panjang, pemulihan cepat, penyimpanan lintas wilayah, dan layanan pengelolaan khusus.

Untuk layanan berbasis pemakaian, gunakan kalkulator harga resmi sebelum menentukan anggaran:

6. Strategi Backup 3-2-1 untuk Melindungi Data Perusahaan

Salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam pengelolaan backup adalah strategi 3-2-1.

Konsepnya sederhana:

  • 3 salinan data: satu data utama dan dua salinan cadangan.

  • 2 jenis media atau sistem penyimpanan: misalnya server lokal dan object storage cloud.

  • 1 salinan di lokasi berbeda: salinan terpisah dari lokasi operasional utama.

Sebagai contoh, perusahaan menyimpan data utama pada server kantor, membuat backup pada NAS, kemudian mengirim salinan lainnya ke cloud storage.

Pendekatan ini membantu mengurangi risiko kehilangan seluruh salinan data akibat satu kejadian.

Untuk menghadapi ransomware, perusahaan dapat memperkuat strategi tersebut dengan salinan immutable atau offline yang tidak mudah diakses melalui akun administrator produksi.

7. Pentingnya RPO dan RTO dalam Cloud Backup

Selain kapasitas penyimpanan, perusahaan perlu menentukan dua ukuran penting: RPO dan RTO.

Apa itu RPO?

Recovery Point Objective (RPO) adalah batas kehilangan data yang dapat diterima perusahaan, biasanya diukur berdasarkan waktu.

Misalnya, RPO 4 jam berarti perusahaan menargetkan agar kehilangan data akibat gangguan tidak melebihi perubahan data selama empat jam terakhir.

Jika perusahaan melakukan backup setiap 24 jam, target RPO 4 jam mungkin tidak tercapai tanpa teknologi pencadangan atau replikasi tambahan.

Apa itu RTO?

Recovery Time Objective (RTO) adalah target waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan layanan setelah gangguan.

Contohnya, RTO 2 jam berarti perusahaan menargetkan layanan kembali berjalan dalam waktu dua jam setelah insiden.

Semakin kecil target RPO dan RTO, semakin besar kemungkinan perusahaan membutuhkan infrastruktur dan biaya tambahan.

8. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menggunakan Cloud Backup

Cloud backup dapat membantu melindungi data, tetapi implementasi yang keliru tetap menimbulkan risiko.

Hanya memiliki satu salinan backup

Satu salinan cadangan belum cukup untuk menghadapi seluruh jenis insiden. Pertimbangkan salinan tambahan di lokasi atau sistem yang berbeda.

Tidak pernah menguji pemulihan

Jangan menganggap backup berhasil hanya karena dashboard menunjukkan status sukses. Lakukan uji restore secara berkala untuk memastikan file dan database dapat digunakan.

Menggunakan akun administrator yang sama

Jika akun utama dan akun backup memiliki akses yang sama, penyerang yang menguasai akun tersebut berpotensi mengakses kedua sistem.

Gunakan akun terpisah, MFA, pembatasan hak akses, dan kontrol persetujuan untuk tindakan penting.

Tidak mengatur retensi data

Backup yang disimpan tanpa kebijakan retensi dapat menghabiskan kapasitas. Sebaliknya, retensi terlalu pendek dapat membuat perusahaan kehilangan titik pemulihan yang dibutuhkan.

Mengabaikan biaya pemulihan

Sebagian layanan memiliki biaya transfer atau pemulihan. Perusahaan harus menghitung biaya ketika data benar-benar perlu diunduh atau dipindahkan.

Tidak mendokumentasikan prosedur recovery

Tim IT harus mengetahui siapa yang berwenang memulihkan data, bagaimana mengakses backup, dan langkah yang harus dilakukan saat terjadi insiden.

9. Rekomendasi Cloud Backup Berdasarkan Kebutuhan

Tidak ada satu layanan yang paling cocok untuk seluruh perusahaan. Berikut panduan awal berdasarkan karakteristik penggunaan.

Untuk perusahaan pengguna AWS: AWS Backup merupakan pilihan yang masuk akal karena terintegrasi dengan layanan AWS.

Untuk perusahaan pengguna Microsoft Azure: Azure Backup dapat membantu mengelola pencadangan Azure dan sejumlah lingkungan lokal.

Untuk perusahaan pengguna Google Cloud: Google Cloud Backup and DR layak dipertimbangkan untuk workload yang didukung pada ekosistem Google Cloud.

Untuk bisnis yang membutuhkan backup dan keamanan endpoint: Acronis dapat dipertimbangkan karena menggabungkan beberapa fungsi perlindungan dalam satu platform.

Untuk perusahaan dengan kebutuhan backup SaaS dan hybrid: Veeam menawarkan berbagai pilihan produk dan model layanan.

Untuk penyimpanan backup berkapasitas besar: Backblaze B2, Wasabi, dan IDrive e2 dapat dievaluasi sebagai tujuan object storage yang terintegrasi dengan aplikasi backup.

Untuk perusahaan dengan infrastruktur kompleks: Cohesity dan Rubrik layak masuk daftar evaluasi karena berfokus pada perlindungan data skala enterprise.

10. Checklist Sebelum Berlangganan Cloud Backup

Sebelum memilih penyedia, gunakan checklist berikut agar proses evaluasi lebih terarah.

  • Jenis data yang dilindungi sudah diidentifikasi.

  • Kapasitas penyimpanan sudah dihitung.

  • Sistem operasi dan aplikasi kompatibel.

  • Enkripsi saat transfer dan penyimpanan tersedia.

  • MFA dan kontrol akses tersedia.

  • Kebijakan retensi dapat disesuaikan.

  • Immutable backup atau perlindungan setara tersedia jika dibutuhkan.

  • Lokasi penyimpanan dan ketentuan data sudah diperiksa.

  • Biaya storage, transfer, dan restore sudah dihitung.

  • Proses pemulihan sudah diuji.

  • RPO dan RTO sudah ditentukan.

  • Prosedur pemulihan bencana terdokumentasi.

FAQ: Pertanyaan Seputar Cloud Backup Perusahaan

Apa itu cloud backup?

Cloud backup adalah proses menyimpan salinan data ke infrastruktur penyimpanan berbasis cloud. Salinan tersebut dapat digunakan untuk memulihkan data ketika sistem utama mengalami kerusakan, kehilangan file, atau gangguan.

Apa perbedaan cloud backup dan cloud storage?

Cloud storage merupakan layanan penyimpanan file atau objek di cloud. Cloud backup memiliki fungsi pencadangan yang biasanya mencakup penjadwalan, pengelolaan versi, retensi, dan proses pemulihan.

Beberapa layanan cloud storage dapat digunakan sebagai tujuan backup, tetapi belum tentu menyediakan seluruh fungsi software backup.

Apakah cloud backup aman dari ransomware?

Cloud backup dapat membantu mengurangi risiko kehilangan data akibat ransomware, terutama jika menggunakan enkripsi, MFA, kontrol akses, dan immutable storage.

Namun, tidak ada layanan yang otomatis menjamin seluruh risiko hilang. Konfigurasi dan pengujian pemulihan tetap diperlukan.

Berapa kapasitas cloud backup yang dibutuhkan perusahaan?

Kapasitas bergantung pada ukuran data aktif, perubahan data harian, jumlah versi yang disimpan, dan masa retensi. Perusahaan perlu menghitung kebutuhan berdasarkan pertumbuhan data, bukan hanya ukuran file saat ini.

Apakah cloud backup cocok untuk UMKM?

Ya. UMKM dapat menggunakan layanan cloud backup untuk melindungi dokumen, database pelanggan, file administrasi, dan data transaksi tanpa harus membangun pusat data sendiri.

Apakah backup perlu dilakukan setiap hari?

Frekuensinya bergantung pada seberapa besar kehilangan data yang dapat diterima bisnis. Data transaksi penting mungkin membutuhkan pencadangan lebih sering daripada dokumen arsip yang jarang berubah.

Apakah cloud backup menggantikan disaster recovery?

Tidak sepenuhnya. Backup berfokus pada penyimpanan salinan dan pemulihan data. Disaster recovery mencakup strategi lebih luas untuk memulihkan aplikasi, infrastruktur, jaringan, dan operasional bisnis setelah gangguan besar.

Apakah perusahaan harus menggunakan lebih dari satu penyedia cloud backup?

Tidak selalu. Namun, perusahaan dengan kebutuhan kritis dapat mempertimbangkan strategi multi-provider atau salinan terpisah untuk mengurangi ketergantungan pada satu layanan.

Kesimpulan

Cloud backup merupakan bagian penting dari strategi keamanan dan keberlangsungan bisnis. Kehilangan data dapat terjadi akibat kerusakan perangkat, kesalahan manusia, serangan ransomware, maupun bencana yang mengganggu pusat data.

Sepuluh penyedia yang dibahas memiliki fokus berbeda. AWS Backup, Microsoft Azure Backup, dan Google Cloud Backup and DR cocok dipertimbangkan oleh pengguna ekosistem cloud masing-masing. Veeam dan Acronis menawarkan pendekatan perlindungan data yang lebih luas, sedangkan Backblaze B2, Wasabi, dan IDrive e2 dapat menjadi pilihan penyimpanan backup. Untuk kebutuhan enterprise yang kompleks, Cohesity dan Rubrik layak dievaluasi.

Sebelum menentukan pilihan, perusahaan perlu memperhatikan keamanan, kapasitas, biaya total, retensi, lokasi penyimpanan, RPO, dan RTO. Yang paling penting, lakukan pengujian pemulihan secara berkala.

Ingat, backup yang baik bukan hanya backup yang berhasil dibuat, tetapi backup yang benar-benar dapat dipulihkan ketika perusahaan membutuhkannya.

Sumber artikel: https://www.kangruli.web.id/

Bagikan: Facebook X WhatsApp Telegram Email

Komentar (0)

Posting Komentar

Menu
↑