Revolusi Sinema di Tangan AI: Higgsfield Jadi "Unicorn" Baru dengan Valuasi $1,3 Miliar

Revolusi Sinema di Tangan AI: Higgsfield Jadi "Unicorn" Baru dengan Valuasi $1,3 Miliar

Revolusi Sinema di Tangan AI: Higgsfield Jadi "Unicorn" Baru dengan Valuasi $1,3 Miliar

Di dunia di mana konten adalah raja, kecepatan produksi adalah ratunya. Higgsfield Inc., startup yang baru seumur jagung, membuktikan tesis ini dengan meraih status unicorn hanya sembilan bulan setelah peluncuran resminya. Dengan pendanaan segar $80 juta, mereka tidak hanya menawarkan alat pembuat video, tetapi menjanjikan demokratisasi sinema: di mana seorang remaja 16 tahun dengan selera seni tinggi bisa mengalahkan studio raksasa Hollywood.

Ilustrasi abstrak kecerdasan buatan dan produksi video digital
Generative AI kini memasuki babak baru: produksi video sinematik yang konsisten dan terkontrol. Kredit: Unsplash / DeepMind (Link Sumber)

Loncatan Valuasi di Tengah Kompetisi AI

Sabtu, 24 Januari 2026, menjadi tonggak sejarah baru bagi industri kreatif digital. Higgsfield Inc. mengumumkan telah mengamankan pendanaan tahap awal (early-stage) sebesar $80 juta (sekitar Rp1,2 triliun). Suntikan dana ini melambungkan valuasi perusahaan menembus angka psikologis $1,3 miliar, menempatkannya dalam jajaran elit startup "Unicorn" global.

Putaran pendanaan ini dipimpin oleh nama-nama besar di dunia modal ventura: Accel Partners LP, AI Capital Partners, dan Menlo Ventures LP. Bagi sebuah perusahaan yang didirikan pada 2023 dan baru meluncurkan produknya secara publik pada April 2025, pencapaian ini adalah anomali—dalam arti yang sangat positif. Ini menunjukkan betapa hausnya pasar terhadap solusi video AI yang "matang" dan siap pakai untuk industri.

Mengapa Higgsfield Berbeda? Rahasia "Video Reasoning Engine"

Pasar Generative AI untuk video sudah sesak. Namun, Higgsfield hadir dengan solusi atas masalah terbesar video AI saat ini: inkoherensi. Seringkali, video buatan AI terlihat seperti mimpi demam; karakter berubah wajah di tengah adegan, atau latar belakang yang "meleleh".

Higgsfield menawarkan apa yang mereka sebut AI-powered video reasoning engine. Teknologi ini menggunakan logika proprietari yang digabungkan dengan model pihak ketiga untuk menjaga konsistensi temporal. Artinya, karakter, pencahayaan, dan elemen visual tetap stabil dari satu klip ke klip berikutnya.

"Kami membangun Higgsfield agar video bisa diproduksi layaknya perangkat lunak (software)—iterasi cepat, kontrol kreatif yang ketat, dan output yang dapat diulang," ujar Alex Mashrabov, Co-founder dan CEO Higgsfield.

Fitur ini menjadi "game changer" bagi pembuat film pendek profesional, konten berseri, hingga iklan media sosial beranggaran tinggi yang menuntut kontinuitas visual tanpa cela.

Pertumbuhan Eksplosif: $100 Juta ke $200 Juta dalam Dua Bulan

Metrik bisnis Higgsfield membuat banyak analis terbelalak. Meskipun baru beroperasi sembilan bulan di pasar yang sangat kompetitif, startup ini telah mencapai Annual Run Rate (ARR) sebesar $200 juta. Yang lebih mencengangkan, angka ini naik dua kali lipat dari $100 juta hanya dalam waktu dua bulan terakhir.

Seseorang mengedit video menggunakan tablet dan antarmuka futuristik
Pengguna kini bisa melakukan pergerakan kamera sinematik seperti 'dolly shot' hanya melalui browser. Kredit: Pexels / Ron Lach (Link Sumber)

Statistik penggunaannya pun tak kalah masif:

  • 15 Juta Pengguna: Basis pengguna global yang terus berkembang.
  • 4,5 Juta Video per Hari: Volume produksi yang menunjukkan tingginya ketergantungan pengguna.
  • 3 Miliar Impresi: Total jangkauan video buatan Higgsfield di media sosial.

Fokus Enterprise: Bukan Sekadar Mainan

Berbeda dengan generator video AI lain yang seringkali hanya digunakan untuk meme atau hiburan semata, Higgsfield memposisikan diri sebagai alat bisnis (B2B). Data internal perusahaan menunjukkan bahwa 85% penggunaan berasal dari pemasar media sosial (social media marketers), dan 80% dari segmen tersebut menggunakan platform ini untuk pekerjaan komersial berbayar.

Dana segar $80 juta yang baru diraih akan dialokasikan untuk ekspansi internasional dan memperkuat fitur enterprise. Higgsfield menyediakan alat kolaborasi tim, manajemen aset, dan kontrol versi proyek—fitur-fitur yang sangat dibutuhkan oleh agensi iklan besar yang mengerjakan kampanye multinasional.

Masa Depan Kreativitas: Skill vs Alat

Visi Mashrabov tentang masa depan industri kreatif cukup provokatif namun realistis. Platform ini memungkinkan pengguna memulai dari sketsa, teks, atau gambar, lalu menerapkan pergerakan kamera sinematik (seperti crane sweeps atau dolly shots) tanpa perlu menyewa peralatan mahal.

"Di dunia baru ini, seorang anak 16 tahun dengan selera seni (taste) yang bagus bisa mengalahkan pipeline studio besar," tegas Mashrabov. "Karena di media sosial, keuntungan berpihak pada apa yang menarik perhatian dan menghasilkan konversi, bukan pada apa yang proses produksinya paling lama."

Bagi para kreator konten dan pelaku bisnis di Indonesia, kehadiran Higgsfield dan pendanaan jumbonya ini mengirimkan sinyal jelas: hambatan teknis untuk membuat video kelas dunia telah runtuh. Kini, pertempuran sesungguhnya ada pada ide dan eksekusi cerita.

Slug URL: higgsfield-raih-pendanaan-80-juta-jadi-unicorn-ai-video-terbaru

أحدث أقدم

Post Ad 1

Post Ad 2